menilaimu dari sisi terburukmu..
harusnya ku akui, kau umpamakan berlian yang terlalu mahal untuk ku abaikan
berkali ku buat salah yang pastinya melukai hatimu
namun dua tanganmu selalu membalasnya dengan pelukan hangat
walau binar matamu meredup saat amarahku menghanguskan jiwamu
namun masih mampu dua belahan bibir tipismu menyuguhkan senyuman tulus..untukku,,hanya untukku..
bodohnya aku..
yang selalu meragukan rasa sayangmu
hitamnya pribadiku..
yang dengan egois telah membelenggu jiwamu untuk menjadi yang ku ingin seharusnya tak begini
seharusnya aku mengerti isyarat kecewa yang kau pendam
mengapa jadi begini..
aku terlupa dengan kata "bahagia" yang dulu pernah ku janjikan
maka atas nama cinta aku mohonkan maafmu
untuk semua sikapku yang membuat hatimu lara
karna sesungguhnya cinta tak selalu berhiaskan keindahan
suka, duka, amarah dan tawa tertuang didalamnya..
aku ingin melewati semua itu dalam pelukanmu
karna aku yakin kau adalah pilihan Tuhan
"kekasih yang menerimaku apa adanya"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar